Home / berita umum / Para Mantan Anggota DPRD Kota Malang Kembalikan Uang Hasil Korupsi Ke KPK

Para Mantan Anggota DPRD Kota Malang Kembalikan Uang Hasil Korupsi Ke KPK

Para Mantan Anggota DPRD Kota Malang Kembalikan Uang Hasil Korupsi Ke KPK – Banyak bekas anggota DPRD Kota Malang ramai-ramai kembalikan uang hasil korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Banyak eks anggota dewan ini kembalikan uang itu selesai melakukan sidang tuntutan atas masalah suap kajian APBD-P Pemkot Malang tahun biaya 2015 saat kemarin.

Tetapi, dari sepuluh terdakwa, tdk semua yg kembalikan kerugian negara itu. Bahkan juga, ada juga yg cuma kembalikan 1/2 dari kerugian negara yg udah diputuskan.

Dari berkas tuntutan jaksa KPK yg dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, didapati untuk 6 terdakwa, yaitu Erni Farida, Harun Prasojo, Teguh Puji Wahyono, Choirul Amri, Arief Hermanto, serta Choeroel Anwar, udah membayar lunas uang substitusi kerugian negara, semasing sebesar Rp 117,5 juta.

Tetapi, 4 terdakwa yang lain, masih tetap ada yg belum pula membayar atau kembalikan sekali-kali uang substitusi. Seperti terdakwa Sony Yudiarto yg dituntut 5 tahun penjara, sekali-kali belum pula kembalikan kerugian negara sebesar Rp 117,5 juta.

Sedang untuk terdakwa Teguh Mulyono, baru kembalikan uang sebesar Rp 23 juta. Hingga ia masih tetap punyai tanggungan uang substitusi sebesar Rp 94,5 juta.

Hal sama berlangsung pada terdakwa Mulyanto. Ia baru kembalikan kerugian negara sebesar Rp 47,5 juta. Hingga masih tetap ada kekurangan Rp 70 juta. Paling akhir, terdakwa Suparno Hadiwibowo yg baru kembalikan uang sebesar Rp 62,5 juta serta masih tetap punyai kekurangan Rp 55 juta.

“Semua uang yg dikembalikan dapat diambil oleh negara. Sedang untuk yg belum pula kembalikan atau yg masih tetap kurang, maka bisa digantikan dengan harta bendanya untuk dilelang,” kata Jaksa Penuntut Umum dari KPK, Arief Suhermanto, Rabu (13/3).

Dia mengimbuhkan, bila harta yg dilelang kedepannya tdk memenuhi untuk tutup kerugian negara yang perlu dibayarkan, maka bisa ditukar dengan hukuman pidana saat 2 bulan penjara.

Awal kalinya, sepuluh orang bekas anggota DPRD Kota Malang dituntut beragam oleh jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Mereka disangka berperan masalah pendapat suap kajian APBD-P Pemkot Malang tahun biaya 2015 saat kemarin.

Pada terdakwa Erni Farida 4 tahu 3 bulan penjara serta denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Untuk terdakwa Soni Yudiarto, 5 tahun penjara serta denda 200 juta subsider 2 bulan.

Lantas, terdakwa Harun Prasojo 4 tahun 3 bulan serta denda Rp 200 juta, subsider 2 bulan kurungan. Teguh Puji Wahyono, 4 tahun 3 bulan serta denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Setelah itu, terdakwa Choirul Amri dituntut 5 tahun serta denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Lantas, terdakwa Arief Hermanto 4 tahun 3 bulan serta denda 200 juta subsider 2 bulan. Teguh Mulyono 4 tahun 6 bulan serta denda 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Untuk terdakwa Mulyanto dituntut 6 tahun serta denda Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan. Sedang Choeroel Anwar dituntut 4 tahun 3 bulan serta denda 200 juta subsider 2 bulan. Paling akhir, Suparno Hadi Wibowo dituntut 4 tahun 6 bulan serta denda 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Kecuali hukuman tubuh, banyak terdakwa pun dicabut hak politiknya saat 5 tahun tidak untuk di ambil. Dalam masalah ini, banyak terdakwa dijaring dengan Masalah 12 huruf a UU no 31 tahun 1999 jo UU no 20 tahun 2001 mengenai tindak pidana korupsi.

About admin

Judi Slot Online