Home / berita umum / Tiga Pengedar Pil Kiplo Di Riau Di Tangkap Polisi

Tiga Pengedar Pil Kiplo Di Riau Di Tangkap Polisi

Tiga Pengedar Pil Kiplo Di Riau Di Tangkap Polisi – Tiga pengedar obat penenang ilegal dengan kata lain pil koplo di Kelurahan Perawang, Kabupaten Siak, Riau dibekuk personel Polsek Tualang. Ke-3 tersangka yaitu Jamilah (56), Maxi Langie (48). Dari keduanya polisi mengambil alih seribuan obat penenang. Lalu tersangka ke-3 Painem (32) dengan tanda bukti beberapa ratus pil penenang.

” Pil penenang itu mereka jual dengan ilegal pada anak-anak serta remaja seharga Rp 5. 000 per butir, ” kata Kapolsek Tualang Kompol James Raja Gukguk, Minggu (4/3). Diambil dari Pada.

Dia mengatakan, tersingkap pengedaran pil penenang itu karena laporan dari orang-orang Gang Sukaramai, Kelurahan Perawang yang terasa resah lihat pemuda setempat senantiasa berkunjung ke tempat tinggal itu, beli obat-obat yg tidak di ketahui mereknya untuk mabuk-mabukan.

Selesai terima laporan, Kepolisian Bidang Tualang lakukan penggeledahan dirumah Jamilah yang berada di Gang Sukaramai, Perawang. Polisi temukan 1. 660 butir obat merk Tramadol HCL yang dibungkus berbentuk strip, serta obat Neo Protifed sejumlah 27 butir.

Polisi juga mengambil alih uang tunai hasil penjualan obat-obatan itu sejumlah Rp 4. 527. 000 yang telah diedarkan sepanjang tiga bln. lamanya, dan empat handphone.

” Obat-obatan itu disimpan pada dua tempat terpisah yakni di ruangan tengah serta dalam kamar. Ke-2 aktor, yaitu Jm serta ML mengakui adalah sepasang suami-istri, ” katanya sekali lagi.

Berdasarkan penjelasan aktor yang jual obat-obat penenang itu bukan sekedar mereka berdua, hingga setelah itu polisi lakukan pengembangan serta penangkapan pada aktor Painem yang tinggal di Perawang Barat.

Dari tangan Painem diambil alih obat merk Hexymer warna kuning sejumlah 683 butir yang dikemas berbentuk botol plastik warna putih, 63 butir obat Tramadol HCL, serta 129 butir pil Trihexyphenidyl bersama hasil penjualan sejumlah Rp108. 000.

” Dari info Jm serta P, obat-obatan itu mereka beli di Medan, Sumatera Utara serta di jual sejumlah Rp 5. 000 per butir, ” katanya sekali lagi.

Dia menyebutkan, penjualan obat penenang (excimer) tidak bisa asal-asalan karna adalah obat daftar G, konsumen mesti diperlengkapi resep dokter. Bahkan juga pil itu bisa disalahgunakan oleh beberapa remaja untuk mabuk-mabukan karna dipandang bisa menentramkan fikiran sampai mengakibatkan kecanduan.

Ke-3 tersangka tidak mematuhi pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) UU Nomor 36 Th. 2009 mengenai Kesehatan, yakni jual atau mengedarkan obat tanpa ada ketrampilan serta ketrampilan dapat terkena ancaman hukuman diatas 10 th. penjara.

About admin

Judi Slot Online