Home / berita umum / Ribuan Warga Antusias Saksikan Kirab Beragam Kesenian di Mojokerto

Ribuan Warga Antusias Saksikan Kirab Beragam Kesenian di Mojokerto

Ribuan Warga Antusias Saksikan Kirab Beragam Kesenian di Mojokerto – Tidak sama dengan perayaan di daerah beda, puncak tahun baru Imlek di Kota Mojokerto di isi dengan pawai beraneka kesenian. Gabungan kesenian dari beberapa daerah di tanah air ini berubah menjadi bukti kehidupan warga Kota Onde-onde yg selaras ditengah keberagaman.

Kirab beraneka kesenian ini ambil start di Klenteng Hok Sian Kiong di Jalan Residen Pamudji. Sesudah itu banyak peserta kirab telusuri Jalan Letkol Sumarjo, Jalan A Yani, Jalan Majapahit, Jalan Bhayangkara, Jalan Gajah Mada, Jalan HOS Cokroaminoto, Jalan PB Sudirman, terus kembali lagi klenteng. Riibuan penduduk kelihatan gairah saksikan pawai di selama jalan yg di lewati.

Kirab diawali terlebih dulu dengan pelepasan burung merpati oleh Komunitas Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto. Pelepasan burung merpati berubah menjadi ikon perdamaian yg sejauh ini terbangun dengan baik di Kota Onde-onde.

Gak cuma barongsai serta liang liong sebagai kesenian unik penduduk Tionghoa, kirab kesempatan ini ikut mempertunjukkan kesenian dari daerah-daerah di tanah air. Seperti Reog Ponorogo, Kuda Lumping, Ondel-ondel dari Betawi, dan parade fashion berbahan daur kembali.

Peserta kirab lantas capai 30 regu. Terdiri dalam banyak pemuda Tionghoa, group pelajar, beberapa lembaga pemerintah, Gusdurian, FKUB, sampai warga umum. Setidaknya 1. 600 orang turut serta dalam pawai bertajuk Pawai Budaya Selaras Berkebangsaan ini.

Wakil Ketua Tempat Beribadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Hok Siang Kiong Gede Sidartha mengemukakan, pawai kebudayaan ini juga sekaligus buat mengingat kembali layanan Presiden ke 4 RI KH Abdurrahman Wahid. Menurutnya, atas layanan Gus Dur, saat ini penduduk Tionghoa dapat rayakan tahun baru Imlek dengan cara terbuka. Bahkan juga tiap-tiap tahun jadikan libur nasional.

” Kami menyampaikan terima kasih terhadap Gus Dur yg udah mencabut Perintah Presiden Nomer 14 Tahun 1967 serta menerbitkan Ketentuan Presiden Nomer 6 Tahun 2000 pada 17 Januari 2000, ” kata Gede terhadap wartawan di area, Minggu (17/2/2019) .

Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiono memaparkan, pawai kesenian paduan ini berubah menjadi bukti kehidupan antar umat beragama serta antar etnis di Kota Onde-onde sejauh ini berjalan selaras. ” Kami berharap ini berubah menjadi miniatur selaras berbudaya serta berbangsa di Indonesia, ” pungkasnya.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberi tambahan, tidak cuman berubah menjadi bukti kehidupan masyarakatnya yg selaras, kirab kebudayaan ini pun dikehendaki bikin ekonomi mikro di wilayahnya kembali bergeliat. Tentulah dengan membuat pawai ini berubah menjadi agenda tahunan buat menarik kunjungan wisatawan.

” Kami berharap even begini bisa menarik kunjungan wisatawan dari daerah beda, ” terangnya.

About admin

Judi Slot Online