Home / Uncategorized / Penampakan Di Sungai Diduga Tercemar Galian Tambang

Penampakan Di Sungai Diduga Tercemar Galian Tambang

Penampakan Di Sungai Diduga Tercemar Galian Tambang – Seseorang Pendamping Lokal Desa/Kecamatan Cireunghas/Kabupaten Sukabumi bernama Sutisna nekat hentikan langkah Teten Masduki, Kepala Staf Presiden (KSP) Teten Masduki waktu berkunjung ke tempat sawah Mina Padi ditempat itu, Sabtu (9/9/2017).

Sutisna mengakui jengkel karna nada petani yang dia berikan pada yang memiliki tambang galian pasir serta pihak berkaitan tidak memperoleh respon serius. Menurut dia ada sekitaran 6 perusahaan dari mulai lokasi Gekbrong Cianjur sampai Sukalarang yang memberi peran endapan pasir pada lebih kurang 150 hektar sawah punya petani.

Sutisna pernah memerlihatkan satu rekaman video serta gambar pada Teten Masduki. Diluar itu dia juga menyerahkan berkas-berkas berkaitan pencemaran itu.

” Aliran Sungai Cikupa melewati pesawahan warga, ada tiga desa yang hampir yang dirasakannya sama. Walau jarak pertambangan pasir itu sekitaran 15 km. dari pesawahan tetaplah saja aliran sungai itu digunakan petani untuk mengairi sawahnya. Terlebih saat ini ada Mina Padi, tanam padi serta ikan di tempat yang sama. Bisa-bisa program itu tidak berhasil karna airnya tercemar, ” papar Sutisna pada wartawan.

Dari gambar yang diperlihatkan Sutisna tampak aliran sungai berwarna coklat, dia menerangkan air itu memiliki kandungan endapan pasir yang masuk ke areal pesawahan punya warga.

” Bila dari hulu ini bersih, saat aliran melalui pertambangan air jadi kotor berwarna kecoklatan, ” tambah Sutisna.

” Dasarnya bukanlah bermakna kita ingin tutup perusahan galian pasir yg ada diwilyah Sukalarang, Cimangkok Titisan serta Cikahuripan tetapi kita menginginkan perusahaan galian pasir tidak buang limbah produksinya (air keruh/elod) ke Kali Cikupa yang beresiko kurang baik, ” jelasnya.

Seirama dengan Sutisna, H Samsul yang memiliki sekalian penggarap 11 hektar sawah bercerita hasil sawahnya turun mencolok mulai sejak berlangsung pencemaran. ” Dahulu dapat hingga 9 ton untuk satu hektar, saat ini cuma 6 -7 ton telah bagus. Mereka tuturnya ada kolam penampung namun bila gak dikeruk tetaplah saja meluap serta meluber ke sungai warga, ” narasi Samsul.

About admin

Judi Slot Online