Home / kriminal / Kronologi Kasus Perkosaan Mahasiswi UGM

Kronologi Kasus Perkosaan Mahasiswi UGM

Kronologi Kasus Perkosaan Mahasiswi UGM – Seseorang mahasiswi Kampus Gadjah Mada (UGM) diperkosa oleh partnernya sendiri waktu melakukan kuliah kerja riil (KKN) pada 2017 kemarin. Momen ini baru tersingkap ke publik sesudah Tubuh Penerbitan serta Wartawan Mahasiswa (BPPM) Balairung UGM mengupload tulisan berkaitan momen ini, tempo hari.

Artikel berjudul ‘Nalar Pincang UGM atas Masalah Perkosaan’ pada tanggal 5 November 2018 memang sekarang sulit dibuka. “Itu memang sebab server (balairungpress.com) down saja sebab banyak yang ngakses,” kata Pimpinan Umum BPPM Balairung UGM Unies Ananda waktu dihubungi wartawan, Selasa (6/11/2018).

Akan tetapi Unies menuturkan ia belumlah dapat memberi komentar banyak berkaitan artikel itu.

Waktu diwawancara terpisah, Kepala Sisi Humas serta Protokol UGM, Iva Aryani membetulkan momen itu. Selangkah telah diambil pihak universitas semenjak awal tahun 2018.

“Sesudah masalah ini lalu didapati oleh dosen pembimbing KKN dan lain-lain, kita langsung lakukan beberapa tindakan termasuk juga salah satunya pada saat itu membuat team investigasi berdiri sendiri,” kata Iva waktu didapati di UGM, Selasa (6/11/2018).
“Lalu team (investigasi) berdiri sendiri itu ikut di SK-kan Pak Rektor (Panut Mulyono) untuk mengurus masalah ini, serta team berdiri sendiri ini pada akhirnya juga ke tempat untuk lihat bagaimana peristiwa, tempat, dan lain-lain,” lanjut Iva.

Iva menuturkan, team itu dibuat pada awal tahun 2018 serta kerja sampai Juli 2018. Menurut dia, team investigasi itu ikut sudah berusaha mendudukkan masalah itu dengan ajak beberapa pihak berkaitan berbicara. Sampai pada akhirnya team itu keluarkan beberapa referensi untuk tersangka aktor serta korban.

“Tempo hari kita memandangnya masalah (pendapat pemerkosaan) telah tuntas, lalu telah didiskusikan serta bertemu semua pihak, ada rekomendasi-rekomendasi yang telah digerakkan oleh team berdiri sendiri, oleh kampus,” katanya.
Meskipun begitu, Iva tidak menolak jika masalah itu kembali jadi masalah di internal universitas sesudah BPPM Balairung menulis masalah itu dengan judul ‘Nalar Pincang UGM atas Masalah Perkosaan’.

Menyikapi masalah yang muncul, Iva menyebutkan pihak universitas akan selekasnya ambil aksi tegas pada masalah ini. Bahkan juga menurut dia, pihak universitas akan ambil aksi untuk membawa masalah itu melalui jalan hukum.

“UGM akan ambil beberapa langkah riil yang dibutuhkan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum,” kata Iva.

Iva menuturkan, pilihan itu akan diambil pihak universitas jika tersangka korban masih tetap tidak senang dengan penyelesaian internal yang dikerjakan pihak UGM. Menurut Iva, pihaknya memberi dukungan penuh tiap-tiap langkah tersangka korban dalam usahanya mencari keadilan.

“Jika memang nyatanya beberapa langkah dari team investigasi berdiri sendiri (UGM) itu belumlah memberi perasaan keadilan buat si penyintas (tersangka korban), jadi kita akan menolong si team penyintas itu untuk mencari keadilan,” tuturnya.

About admin

Judi Slot Online