Home / berita umum / Hingga Pertengahan 2018, Kekerasan Dan Pelecehan Anak Di Ciamis Capai 5 Perkara

Hingga Pertengahan 2018, Kekerasan Dan Pelecehan Anak Di Ciamis Capai 5 Perkara

Hingga Pertengahan 2018, Kekerasan Dan Pelecehan Anak Di Ciamis Capai 5 Perkara – Tiap-tiap tgl 23 Juli harusnya jadi hari yang istimewa untuk anak Indonesia. Karna bertepatan dengan Hari Anak Nasional. Tapi, di sisi lainnya angka kekerasan serta pelecehan seksual pada anak di Kabupaten Ciamis sampai hari ini tetap tinggi.

Menurut data dari Pusat Service Terpadu Pemberdayaan Wanita serta Anak (P2TP2A) Ciamis, sampai pertengahan 2018, jumlahnya kekerasan serta pelecehan anak capai 5 masalah.

Sekretaris P2TP2A Ciamis Vera Fillinda mengemukakan dengan jumlah banyaknya mengalami penurunan dari tahun lantas yang capai 12 masalah. Tapi, dengan mutu dari tiap-tiap masalah di tahun 2018 ini banyaknya tidak cuma satu korban saja.

” Dengan jumlah jumlahnya korban per masalah ada yang 2 sampai hingga 3 korban. Ini bisa baru pertengahan tahun, dapat saja semakin bertambah. Jika tahun lantas dalam sebuah masalah itu korban satu anak, ” kata Vera Fillinda kala didapati Senin (23/7/2018).

Menurut dia style masalah pelecehan seksual pada anak tidak hanya pencabulan, sodomi mulai juga alami penambahan di Ciamis. Bahkan juga, untuk masalah sodomi ini dapat alami penambahan, karna yang awal kalinya korban dapat saja jadi aktor

” Hal pokok dari masalah kekerasan serta pelecehan seksual di Ciamis ini karna ekonomi dari kelas bawah. Karna laporan yang ada rata-rata dari daerah terluar, pelosok. Tdk di perkotaan, ” papar dia

Meskipun sebenarnya, P2TP2A mengakui kerap kerjakan pengenalan ke beberapa daerah, baik dengan resmi ataupun non resmi. Tapi masalah kekerasan serta pelecehan seksual anak tetap bertambah di Ciamis.

Ia menilainya aktor kekerasan serta pelecehan seksual anak ini rata-rata tetap dari orang paling dekat. Hal tersebut yang membuat P2TP2A sukar kerjakan perlakuan. Karna untuk sebagian golongan hal tersebut dipandang aib maka ditutup-tutupi oleh pihak keluarga.

” Bisa saja anak ini manusia lemah, ekonomi jadi hal pokok, jadi anak gampang terbujuk dengan cuma uang recehan, ” jelas dia

” Aparat penegak hukum mesti memvonis aktor kekerasan serta pelecehan anak seberat-beratnya biar ada resiko kapok. Karna udah jelas perbuatan ini udah merebut anak untuk berkembang dengan baik, ” papar Vera

About admin

Judi Slot Online